by IEME TEA
seperti mengusung perih yang memilu
coba hentak mimpi yang membalutmu
yang kini meredup bak sinar bulan tak kemilau
Bertubi rasa menenggelamkan asa
bagai mata pisau yang siap menghujam bara
Sayang, hanya sejenak lara ini mengendap di jiwa
lirihmu kan tergantikan bahagia
Ijinkan aku tuk kirim rindu
kan kuhantar ke bilik hatimu
ijinkan aku tuk basuh lukamu
agar hilang nyeri di palungmu
Ijinkan aku tuk menempatkan
jantungku di jantungmu
agar kita tetap bersama
dalam satu debar dan satu detak !!!

ieme
230110
___________________________________________________________________
by IEME TEA
Malam...coba kau bawa aku
melintas sunyimu yg kudus
menyelinap remangmu yang kelam
Biarkan aku ngelangut sendiri
membuka tabir renungi sebuah mimpi
bahwa dalam diriku ada kemurungan berapi
sedang dimulutku ada tajam yang siap menanti
begitu ingin sendiri saja
memakai selimut darah di tubuh
melukismu dengan tinta cinta
menghidupkan kembali tulangtulang putih yg telah mati
Wahai jiwa yang merapuh...
ada apa dengan sang raga?
kokohkan tangan pada tali NYA
jangan pernah menadah kecuali pada DIA
Malam telah menyeru sang fajar untuk terbit
ada awan........namun kan segera lenyap
adakah kesungguhan hingga
mata yang satu tidak melampaui yang lain?
ieme
190110
____________________________________________________________________
Malam...
coba kau bawa aku
melintas sunyimu yg kudus
menyelinap remangmu yang kelam
Biarkan aku ngelangut sendiri
membuka tabir renungi sebuah mimpi
bahwa dalam diriku ada kemurungan berapi
sedang dimulutku ada tajam yang siap menanti
begitu ingin sendiri saja
memakai selimut darah di tubuh
melukismu dengan tinta cinta
menghidupkan kembali tulangtulang putih yg telah mati
Wahai jiwa yang merapuh...
ada apa dengan sang raga?
kokohkan tangan pada tali NYA
jangan pernah menadah kecuali pada DIA
Malam telah menyeru sang fajar untuk terbit
ada awan........namun kan segera lenyap
adakah kesungguhan hingga
mata yang satu tidak melampaui yang lain?
ieme
190110
coba kau bawa aku
melintas sunyimu yg kudus
menyelinap remangmu yang kelam
Biarkan aku ngelangut sendiri
membuka tabir renungi sebuah mimpi
bahwa dalam diriku ada kemurungan berapi
sedang dimulutku ada tajam yang siap menanti
begitu ingin sendiri saja
memakai selimut darah di tubuh
melukismu dengan tinta cinta
menghidupkan kembali tulangtulang putih yg telah mati
Wahai jiwa yang merapuh...
ada apa dengan sang raga?
kokohkan tangan pada tali NYA
jangan pernah menadah kecuali pada DIA
Malam telah menyeru sang fajar untuk terbit
ada awan........namun kan segera lenyap
adakah kesungguhan hingga
mata yang satu tidak melampaui yang lain?
ieme
190110
Gemintang
sejurus ini akan kupejamkan mataku
dari semua kotoran
yang menderaku seharian ini
Jalan jalan kehidupan itu
bagai tertutup dengan lelahku
apakah aku akan menjadikannya
tangga bagi langkah diriku?
Tunggu.....
akan kukenakan dulu baju kesabaranku
dan aku yakin masih ada waktu
dimana Engkau selalu ada disana menungguku
Hidup pun menjadi kering kerontang
walau hati ini jadi basah
karena hembusan cinta MU
cinta sempurna MU
Gemintang....
menjadi petunjuk bagi
perjalanan malamku kali ini
dan hatiku akan terbang dengan
kedua sayapnya yang kokoh
Menuju cahaya MU
yang Abadi dan Hakiki
Ya Maalikul Mulki.....
ieme
180110
sejurus ini akan kupejamkan mataku
dari semua kotoran
yang menderaku seharian ini
Jalan jalan kehidupan itu
bagai tertutup dengan lelahku
apakah aku akan menjadikannya
tangga bagi langkah diriku?
Tunggu.....
akan kukenakan dulu baju kesabaranku
dan aku yakin masih ada waktu
dimana Engkau selalu ada disana menungguku
Hidup pun menjadi kering kerontang
walau hati ini jadi basah
karena hembusan cinta MU
cinta sempurna MU
Gemintang....
menjadi petunjuk bagi
perjalanan malamku kali ini
dan hatiku akan terbang dengan
kedua sayapnya yang kokoh
Menuju cahaya MU
yang Abadi dan Hakiki
Ya Maalikul Mulki.....
ieme
180110
Jalanku
lurus
terus
tak pernah ingin berkelok
ada pendar cahaya disana
torehan satu cerminan hati
Abadi
suci
cinta dan sayang dari
sempurnanya seorang Ibu
Dari setetes air susumu
satu sosok telah membuka
mata hati dan fikirannya
dari tangan lembutmu
satu sosok telah
mencoba bangkit untuk mandiri
Ibu...
tahukah kalau itu aku?
yang disusuimu
yang dibelaimu
yang dicintamu
Ibu..
Apapun tak bisa menggantikanmu
kau laksana gunung yang tak goyah
Ada air mata di sudut mata tuamu
kan kuhapus dengan lembutku
kan kugantikan tangis itu dengan senyumku
kan kubasuh kaki lelahmu
kan kucium telapak kakimu
agar aku bisa melihat indahnya
syurga milik sang Khalik
Allahummaghfirlii wali waali dayya
Warhamhumaa kamaa robbayaani shaghiira
ieme
130110
Persembahan untuk Ibunda Nunung Nuraeni Syahrul
dari kami buah hatimu,yang selalu mencintaimu Bunda....
@ Ieme Syahrul
@ Rina yulianti Syahrul
@ Andriansyah Syahrul
@ Rini Andriani Syahrul
lurus
terus
tak pernah ingin berkelok
ada pendar cahaya disana
torehan satu cerminan hati
Abadi
suci
cinta dan sayang dari
sempurnanya seorang Ibu
Dari setetes air susumu
satu sosok telah membuka
mata hati dan fikirannya
dari tangan lembutmu
satu sosok telah
mencoba bangkit untuk mandiri
Ibu...
tahukah kalau itu aku?
yang disusuimu
yang dibelaimu
yang dicintamu
Ibu..
Apapun tak bisa menggantikanmu
kau laksana gunung yang tak goyah
Ada air mata di sudut mata tuamu
kan kuhapus dengan lembutku
kan kugantikan tangis itu dengan senyumku
kan kubasuh kaki lelahmu
kan kucium telapak kakimu
agar aku bisa melihat indahnya
syurga milik sang Khalik
Allahummaghfirlii wali waali dayya
Warhamhumaa kamaa robbayaani shaghiira
ieme
130110
Persembahan untuk Ibunda Nunung Nuraeni Syahrul
dari kami buah hatimu,yang selalu mencintaimu Bunda....
@ Ieme Syahrul
@ Rina yulianti Syahrul
@ Andriansyah Syahrul
@ Rini Andriani Syahrul
Memilu sudah jiwa disesiang ini. mungkin raga telah lelah berbajukan misteri diri. bagai boneka yg siap dipajang.....
Retaknya hati bukan ukuran
patahnya sayap bukan ukiran
bagaimana mungkin luka kan
bersanding dengan sepadan?
mungkin jeritan dan tangis hanya
hiasan dilorong malam menuju pagi buta
menjadi pengap dan bau di palungnya jiwa
mengapa kau berbajukan kematian berwarna menyala?
enyahkan kosongnya raga yang tak bernyawa
balutkan secuil iman yang dititipkan ibumu
kebingungan yang tunduk pada kepalamu
jadikan dirimu limbung dalam laksana
seperti bangkit dari mimpi kuburmu
berjalan tertatih sambil berlalu
lihat.....ada Sang Maha Menjaga
bersiap menggapai sunyimu yang lara
Disekitarmu ada nyala lilin kecil
ada desah nafas memburu kehidupan yang batil
ketika surat garismu semakin mengecil
lantas mengapa tak kembali menata jiwa yang kerdil?
Telisik
menggelisik
jangan takut sendiri untuk berbisik
ada DIA yang mendengar bibirmu mengusik
namaNYA dalam paraumu yang fasik....
ieme
100110
patahnya sayap bukan ukiran
bagaimana mungkin luka kan
bersanding dengan sepadan?
mungkin jeritan dan tangis hanya
hiasan dilorong malam menuju pagi buta
menjadi pengap dan bau di palungnya jiwa
mengapa kau berbajukan kematian berwarna menyala?
enyahkan kosongnya raga yang tak bernyawa
balutkan secuil iman yang dititipkan ibumu
kebingungan yang tunduk pada kepalamu
jadikan dirimu limbung dalam laksana
seperti bangkit dari mimpi kuburmu
berjalan tertatih sambil berlalu
lihat.....ada Sang Maha Menjaga
bersiap menggapai sunyimu yang lara
Disekitarmu ada nyala lilin kecil
ada desah nafas memburu kehidupan yang batil
ketika surat garismu semakin mengecil
lantas mengapa tak kembali menata jiwa yang kerdil?
Telisik
menggelisik
jangan takut sendiri untuk berbisik
ada DIA yang mendengar bibirmu mengusik
namaNYA dalam paraumu yang fasik....
ieme
100110
Katakan saja pada sunyinya malam
tentang gulananya hati yang bagai pualam
merentang bagai sayap sang burung merak
cantik tapi terluka dalam
ceritakan saja pada dinginnya salju
tapi jangan kau usik agar tidak memanjang
tentang semalam,apa yang ku keluhkan padamu
mengapa aku harus menangisi sesuatu yang pergi melanglang
jika suatu hari dia datang
bagaimana jadinya bila aku sakit meradang
adakah tetesan air mata diatasnya
tidakkah kau merindukannya?
kenangan itu adalah yang tersimpan
di kedua lampauku yang tak kubukakan
menjadi ular ketika berhadapan denganku
tak usahlah dikenang,hanya menjadi lara bagiku
ieme
bekasi sunyi 07012010
tentang gulananya hati yang bagai pualam
merentang bagai sayap sang burung merak
cantik tapi terluka dalam
ceritakan saja pada dinginnya salju
tapi jangan kau usik agar tidak memanjang
tentang semalam,apa yang ku keluhkan padamu
mengapa aku harus menangisi sesuatu yang pergi melanglang
jika suatu hari dia datang
bagaimana jadinya bila aku sakit meradang
adakah tetesan air mata diatasnya
tidakkah kau merindukannya?
kenangan itu adalah yang tersimpan
di kedua lampauku yang tak kubukakan
menjadi ular ketika berhadapan denganku
tak usahlah dikenang,hanya menjadi lara bagiku
ieme
bekasi sunyi 07012010
Palungpun seperti cermin diri
mengaduk rasa pada angan tertampar
jauh meraja gurindam sakti
bagai bom waktu yang siap dilempar
Tepi pantai bagai jejak jejak sepi
jingga merona bagai syair syair pilu
pada bibir malam kan kuimpi
mencoba lebur dalam karang berbatu
Coba patuti diri telanjangmu
air pasang menjadi cermin mu
terkotak kotak hina dan amarahmu
pada malam tanpa sinar bulan ayu
Tinggi menggantung tanyamu di angkasa
menjelma bara yang siap memangsa
cabik mencabik meraga asa
teraniaya diri dalam rasa
ieme
Bandung 301209
___________________________________________________________________
Lirihku kini mati sudah
ada kidung pujian mendesah
entah apa yang di lagukan,meresah
tapi terasa makin menyesak menggundah
Aku, yang terseret dan hanya diam
mengikuti arah waktu yang merejam
aku, yang kerap membolakbalikan rasa terpendam
dan tangis yang kadang pecah memburam
hey...
mengapa aku menangisi bayanganku sendiri?
padahal kuinjakpun tak kan bisa membalas
kutangkap pun kan berlari menjauh
: tapi tidak setelah kegelapan ini raib
berlalulah.....menjauhlah...
biarkan aku menepi
tanpa jeda dalam tanya
meneduh karena dekap hangat - NYA
lantas tersungkur dalam isak panjang
menyusur setiap detik yang termakna
baju hitam pekat pun ku lepas tanpa bicara...
ieme
250210
mengaduk rasa pada angan tertampar
jauh meraja gurindam sakti
bagai bom waktu yang siap dilempar
Tepi pantai bagai jejak jejak sepi
jingga merona bagai syair syair pilu
pada bibir malam kan kuimpi
mencoba lebur dalam karang berbatu
Coba patuti diri telanjangmu
air pasang menjadi cermin mu
terkotak kotak hina dan amarahmu
pada malam tanpa sinar bulan ayu
Tinggi menggantung tanyamu di angkasa
menjelma bara yang siap memangsa
cabik mencabik meraga asa
teraniaya diri dalam rasa
ieme
Bandung 301209
___________________________________________________________________
AKU MENEPI TANPA BICARA...
Lirihku kini mati sudah
ada kidung pujian mendesah
entah apa yang di lagukan,meresah
tapi terasa makin menyesak menggundah
Aku, yang terseret dan hanya diam
mengikuti arah waktu yang merejam
aku, yang kerap membolakbalikan rasa terpendam
dan tangis yang kadang pecah memburam
hey...
mengapa aku menangisi bayanganku sendiri?
padahal kuinjakpun tak kan bisa membalas
kutangkap pun kan berlari menjauh
: tapi tidak setelah kegelapan ini raib
berlalulah.....menjauhlah.
biarkan aku menepi
tanpa jeda dalam tanya
meneduh karena dekap hangat - NYA
lantas tersungkur dalam isak panjang
menyusur setiap detik yang termakna
baju hitam pekat pun ku lepas tanpa bicara...
ieme
250210
